Umplunk dibentuk di Kota Solo dengan nama Heatrose pada Bulan April 2001 oleh tiga personil pendirinya. Mereka adalah Bima Prasty (bas/vokal), Tori Bakti (gitar) serta Arie ‘Santuarie’ Kurniawan (drum). Ide terbentuknya kelompok ini muncul menyusul setelah dibukanya studio musik baru di lingkungan tempat tinggal mereka. Maka mulailah mereka menjajal kekompokkan di studio baru tersebut dengan memainkan lagu-lagu dari kelompok Guns N’ Roses yang menjadi influens terbesar mereka. Tiga personil dengan asal-usul yang tidak jelas ini mengaku dengan bermusik mereka sejenak bisa melupakan persoalan-persoalan yang berkecamuk di kepala mereka.
Dirasa kurang gahar lantaran hanya berkekuatan 3 personil, maka beberapa bulan kemudian bergabunglah Enno ‘Tulix’ Efendi sebagai gitaris dalam band ini yang sebelumnya memang sudah sering latihan dan ngejam bareng band ini. Bergabungnya Tulix diikuti dengan perubahan nama band dari Heatrose menjadi Umplunk. Para personilnya mengaku nama baru ini terlintas begitu saja di pikiran mereka saat mereka sedang berkumpul untuk mendiskusikan nama baru bagi band mereka. Dan nama inilah yang tersepakati dan sampai sekarang dipakai sebagai nama resmi band mereka
Bergabungnya Tulix menambah kekuatan dan semangat baru dalam band ini. Lagu-lagu yang coba mereka mainkan pun mulai beragam. Mulai dari beberapa lagu rock klasik, pop top 40 sampai dengan tembang-tembang nostalgia Indonesia. Tak ingin terus-terusan memainkan lagu-lagu karya band lain, maka saat ini mereka sedang belajar membuat, mengaransemen dan memainkan sendiri lagu-lagunya. Kita tunggu saja hasilnya.
Dirasa kurang gahar lantaran hanya berkekuatan 3 personil, maka beberapa bulan kemudian bergabunglah Enno ‘Tulix’ Efendi sebagai gitaris dalam band ini yang sebelumnya memang sudah sering latihan dan ngejam bareng band ini. Bergabungnya Tulix diikuti dengan perubahan nama band dari Heatrose menjadi Umplunk. Para personilnya mengaku nama baru ini terlintas begitu saja di pikiran mereka saat mereka sedang berkumpul untuk mendiskusikan nama baru bagi band mereka. Dan nama inilah yang tersepakati dan sampai sekarang dipakai sebagai nama resmi band mereka
Bergabungnya Tulix menambah kekuatan dan semangat baru dalam band ini. Lagu-lagu yang coba mereka mainkan pun mulai beragam. Mulai dari beberapa lagu rock klasik, pop top 40 sampai dengan tembang-tembang nostalgia Indonesia. Tak ingin terus-terusan memainkan lagu-lagu karya band lain, maka saat ini mereka sedang belajar membuat, mengaransemen dan memainkan sendiri lagu-lagunya. Kita tunggu saja hasilnya.

